Mengenal Zat Kimia Beracun pada Jajanan


Mungkin sudah bukan menjadi hal yang baru bahwa ternyata berbagai jenis jajanan yang dijual bebas di jalan dan di sekolah-sekolah bisa mengandung berbagai zat yang berbahaya bagi kesehatan. Memang tidak ada sanksi tegas dari pemerintah untuk bisa memberantas peredaran makanan-makanan beracun ini, sehingga para penjual tetap saja memproduksinya meskipun dampaknya bisa sangat fatal bagi anak-anak kita. Berikut saya ulas lagi tentang jenis-jenis zat berbahaya yang mungkin terdapat dalam jajanan
Pewarna buatan :
Tartrazine menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak.

Erythrosine menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.

Fast Green FCF menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.

Sunset Yellow menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggang, muntah-muntah, dan gangguan pencernaan.

Rhodamin B (warna merah) dan methanil yellow (kuning). Keduanya biasa digunakan sebagai pewarna tekstil. Dampaknya, bisa memicu berbagai gangguan, mulai keracunan, alergi, sampai kanker.

Pewarna yang aman adalah dengan menggunakan kunyit.

Pengawet :
Beberapa zat pengawet yang sering ditambahkan pada produk makanan antara lain:

1. Kalsium benzoat
Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), spora dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat memengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi kalsium benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol, yaitu seperti aroma obat cair. Asam benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, sari buah, sirup, dan ikan asin. Bahan ini bisa memicu terjadinya serangan asma pada penderita asma, serta mereka yang peka terhadap aspirin.

2. Sulfur dioksida
Bahan pengawet ini banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaan pada lambung, mempercepat serangan asma, memicu alergi, serta menyebabkan kanker.

3. Kalium asetat
Bahan pengawet ini biasanya ditambahkan pada makanan yang asam. Kalium asetat tidak aman karena bisa menyebabkan rusaknya ginjal.

4. Asam sorbat
Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, dan produk minuman kerap ditambahi asam sorbat. Meski aman dalam konsentrasi tinggi, bahan pengawet ini bisa membuat perlukaan di kulit.

Formalin
Digunakan untuk membunuh bakteri pembusuk atau untuk mengawetkan jasad mahluk hidup Bila dikonsumsi dalam konsentrasi tinggi, formalin dapat memengaruhi kerja saraf.

Biar aman, sebetulnya bisa menggunakan garam atau laos untuk mengawetkan makanan. Teknik pembuatan atau penyimpanan juga memengaruhi keawetan. Kalau tempat pembuatan steril, otomatis juga akan lebih mengawetkan makanan.

Boraks
Digunakan untuk mengenyalkan atau merenyahkan makanan, misalnya bakso, mi, atau kerupuk. Untuk mi, selain dikasih formalin, terkadang juga diberi semacam cairan lilin agar tidak lengket.

Polutan :
POP (persistence organic pollutan), berupa :
– pestisida, dalam berbagai jenis.
– bahan-bahan kimia
– produk limbah, contohnya plastik. plastik botol mengandung zat-zat karsinogenik yang bisa memicu kanker, contoh kantung platik hitam, karena proses pembuatannya yang berkali-kali dengan proses daur ulang dari bermacam-macam plastik bekas. Kalau kena udara panas, bahan polutannya akan terbentuk.
– timbal hasil pembakaran BBM.

Kelompok ini bisa menyebabkan kanker, gangguan reproduksi, kekebalan, ganguan sistem endokrin, alergi, gangguan fungsi susunan saraf pusat.

Pemanis :
MSG (bumbu penyedap masakan)

MSG bisa berdampak ke gangguan di hati, menimbulkan gangguan alergi, depresi, bahkan mengganggu keseimbangan fungsi otak. MSG juga sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil, karena bisa masuk ke plasenta
Pemanis buatan, pada tingkat tertentu bisa menjadi karsinogen.

Pemanis sakarin dan siklamat terdapat pada berbagai jenis makanan jajanan. Sedangkan untuk pemanis jenis dulcin tidak ada karena di Indonesia sudah dilarang beredar berdasarkan Permenkes No 722/MenKes/Per/IX/1988.

Zat pemanis sintetis sakarin dan siklamat merupakan jenis zat pemanis yang sebetulnya khusus ditujukan bagi penderita diabetes atau konsumen dengan diet rendah kalori.

Penggunaan sakarin yang tidak seharusnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti dapat menimbulkan kanker kandung kemih pada tikus. Siklamat berbahaya karena hasil metabolismenya, yaitu sikloheksamina bersifat karsinogenik sehingga ekskresi lewat urin dapat merangsang pertumbuhan tumor pada kandung kemih tikus.

Cemaran logam berat :
Kadar Pb dalam makanan jajanan yang diperbolehkan berkisar 1,73-4,25 ppm. Timbal dapat menyebabkan keracunan kronik dan akut.

Keracunan Pb kronik ditandai dengan depresi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, daya ingat terganggu, dan sulit tidur. Gejala yang timbul mual, muntah, sakit perut hebat, kelainan fungsi otak, anemia berat, kerusakan ginjal, bahkan kematian dapat terjadi dalam waktu 1-2 hari.

Kadar Cu pada makanan jajanan yang diperbolehkan berkisar 1,91-5,37 ppm. Tingginya tingkat cemaran Cu akan berdampak negatif terhadap manusia, yaitu dapat menimbulkan keracunan. Gejala yang timbul pada keracunan Cu akut adalah mual, muntah- muntah, menceret, sakit perut hebat, dan hemolisis darah.

Makanan Kadaluarsa :
Bisa berupa dibuat dengan bahan-bahan yang sudah kadaluarsa, atau sudah busuk, maupun makanan baru yang telah kadaluarsa, tapi tetap dijual dengan menghilangkan masa kadaluarsanya atau merubahnya. Semisal fried chicken yang dibuat dari ayam tiren, roti yang dibuat dari tepung bekas dan lain-lain.

Jumlah total mikroba pada makanan jajanan yang diperbolehkan berkisar 1,3 x 10 koloni/gram sampai 1,5 x 10 koloni/gram.

Untuk itu kita perlu waspada dengan jajanan yang warnanya mencolok, berubah, berbau tajam, secara fisik tidak wajar, maka bisa jadi itu sudah tidak alami dan higienis lagi. Tapi kebanyakan dari kita tidak waspada atau sulit untuk mengenalinya karena pandai-pandainya penjual menyamarkannya. Kalau sudah begini, bagaimana kita bisa menghindarinya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s