Delapan Risiko Akibat Kurang Tidur


Tahukah Anda kurang istirahat dapat menyebabkan risiko terkena beberapa penyakit? Melewatkan jam tidur selama tujuh jam hingga sembilan jam dalam sehari, dapat meningkatkan risiko terserang berbagai penyakit seperti flu, penyakit jantung dan juga diabetes.

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa Anda harus meluangkan lebih banyak waktu di tempat tidur:

1.     Akan tergoda untuk mengemil. Kurangnya istirahat akan membuang hormon yang mengatur nafsu makan. Hal ini akan meningkatkan selera untuk mengkonsumsi makanan berlemak, makanan tinggi karbohidrat dan menyebabkan ingin mengkonsumsi makanan berkalori tinggi. Penelitian membuktikan jika selama dua hari tidak cukup tidur, Anda akan memproduksi hormon ghrelin yang akan merangsang rasa lapar dan kurangnya hormon leptin yang menekan nafsu makan.

2.     Menjadi magnet kuman. Berdasarkan penelitian, orang yang tidur kurang dari tujuh jam, dalam 3 hari akan lebih tinggi terserang demam. Penelitian lain membuktikan bahwa kurang tidur juga menyebabkan melemahnya sistem imun atau kekebalan tubuh.

3.     Kurang mampu untuk memetabolisme gula. Tubuh Anda memerlukan bahan bakar yang cukup. Setelah 6 jam beristirahat, hormon insulin akan meningkat. Hormon ini membantu transportasi glukosa dari aliran darah ke dalam sel, kata seorang peneliti di Universitas Chicago. Dalam studi lain, tes menunjukkan bahwa peserta yang tidur kurang dari 6 jam diklaim sebagai “tidur pendek alam” karena tidak bisa memetabolisme gula dengan benar. Hal ini bisa mengakibatkan resiko terkena diabetes tipe 2.

4.     Berada dalam badai stres yang tak pernah berakhir. Universitas Chicago juga menemukan kurangnya tidur menyebabkan meningkatnya kortisol, hormon stres. Selain itu dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan glukosa darah dan juga meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

5.     Suasana hati dan otak Anda terasa berkabut. “Tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama,” kata Joyce Walsleben, PhD. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.

6.     Tampak lebih tua. Kurangnya istirahat menyebabkan kulit pucat dan menimbulkan lingkaran gelap sekitar mata. “Lebih buruk lagi, tingkat kortisol akan meningkat, hal ini dapat memperlambat produksi kolagen dan menyebabkan keriput,” kata Jyotsna Sahni, MD,dokter di Canyon Ranch di Tucson.

7.     Meningkatkan rasa sakit. Sedikit istirahat menyebabkan masalah punggung atau arthritis.

8.     Meningkatkan risiko terserang penyakit kanker. Tidur yang tidak cukup dapat menyebabkan gangguan hormonal dan metabolik terkait dengan risiko kanker,serta menghapus manfaat olahraga Anda.

Sekian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s